Minggu, 06 Mei 2018

Memasuki era Industri 4.0 dengan Pola Pikir era Industri 2.5



Pada awal tahun 2018 kita diributkan dengan adanya kebijakan pemerintah untuk kesiapan pemerintah khususnya kalangan industri dengan masuknya jaman era industri 4.0
Dimulai dengan adanya beberapa rekomendasi pada rapat kerja nasional Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 17 Januari 2018 di Medan yang menyatakan ; Penyediaan infrastruktur yang mendukung gaya pendidikan era Revolusi Industri 4.0 dengan 4 kemungkinan pembelajaran (konvensional, konvensional plus memanfaatkan hasil revolusi industri 4.0, blended, full online) berbasis resource sharing.; Rekrutmen dan manajemen dosen yang relevan dengan perkembangan zaman termasuk meningkatkan kuota PMDSU guna menyediakan SDM masa depan Indonesia yang berkualitas.;  Membangun role model pendidik, peneliti, dan perekayasa yang ideal sekaligus menumbuhkan academic leaders di Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang.; Paradigma Tridharma Perguruan Tinggi harus diselaraskan dengan era industri 4.0.; Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang wajib mengharmonisasikan hasil–hasil riset pengembangan dan penerapan teknologi melalui Lembaga Manajemen Inovasi.; Perguruan Tinggi diwajibkan melaksanakan proses inovasi produk melalui inkubasi dan pembelajaran berbasis industri. dsb.
Hal ini kemudian diperkuat pada Indonesia Industrial Summit “Implementasi Industri 4.0 Dalam Rangka Transformasi Lanskap Industrial Nasional Menuju Top 10 Ekonomi Dunia 2030” di Jakarta, 4 April 2018. Pada pertemuan tersebut diutarakan bahwa : Industri Indonesia mayoritas masih menggunakan teknologi revolusi industri 1.0 – 3.0. Industri 4.0 harus dimanfaatkan sebagai lokomotif untuk menarik industri 1.0 – 3.0 dalam mencapai pertumbuhan yang lebih optimal, meningkatkan produktivitas, tenaga kerja, dan memperluas pasar.; Indonesia akan ‘naik kelas,’ meninggalkan industri 1.0 – 3.0, dan seutuhnya masuk ke revolusi industri 4.0 ; Indonesia dapat melesat cepat, seperti bagian roket yang mencapai tujuan ‘spaceship’ yang berada di ujung roket, setelah melalui beberapa tahap pemisahan beberapa kali. Spaceship ini adalah industri 4.0, yang akan membawa Indonesia sampai ke atas.

Revolusi industri pertama atau disebut dengan revolusi 0.1 dimulai pada abad 18 dengan cirinya, proses industri menggunakan mekanik dengan pola pikir yang sederhana. Selanjutnya di abad ke 19 industri mengalami kemajuan dengan memasuki revolusi 2.0 dengan cirinya, proses industri dilakukan secara massal dan menggunakan listrik sebagai salah satu sumber energi. Selanjutnya abad 20 proses industri mengunakan produksi otomatis yang menggunakan elektronik dan IT yang dikenal dengan era industri 3.0 dan penggunaan handphone dsb. Terakhir di abad 21 ini yang dimulai di tahun 2015, industri mengalami perkembangan yang cukup besar dampaknya bagi kehidupan mendatang yang dikenal dengan  revolusi industri 4.0 yang bercirikan: pertama era otomatisasi robotik (Robotic Automation)  dimana saat ini pekerjaan manusia banyak diambil alih oleh robot, karena dinilai lebih efektif dan efisien. Perusahan tak perlu lagi membayar karyawan dengan jumlah yang besar. Cukup mengeluarkan biaya perawatan untuk mereka. Sehingga bisa memangkas pengeluaran yang ada. Inilah yang disebut distrupsi dan memangkas proses dan pengeluaran produksi.; kedua 3D Printer, dimana pada umumnya mesin pencetak atau printer  menghasilkan 2D. Namun di era revolusi industri 4.0 ini, printer bisa mencetak dengan hasil dalam bentuk 3D. Bahkan membuat pakaian, membangun rumah akan semudah menge-print kertas. Semua bisa didesain sesuai dengan keinginan masing-masing orang. Mungkin bayangan seperti ini terlihat masih sangat jauh. Namun tak dapat dipungkiri bahwa perubahan terjadi sama cepatnya dengan teknologi informasi dan komunikasi yang terus bergerak maju. Kini sudah ada perusahaan Rusia yang bergerak di bidang konstruksi. Mereka menggunakan printer 3D dalam membangun sebuah bangunan.; ketiga Internet of Things, yang ditandai dengan kecepatan internet  yang semakin cepat sehingga segala sesuatu dalam hidup ini terhubung dengan internet. Mungkin terdengar sedikit weird, namun buktinya sudah ada. eFishery, teknologi pakan ikan ini telah menciptakan teknologi yang distruptif, para peternak ikan tak perlu berpindah-pindah dari satu tambak ke tambak lain untuk memberi makan ikan-ikannya. Alat eFishery dirancang dengan teknologi mutakhir sehingga ponsel peternak ikan sudah bisa terhubungan dengan alat eFishery. Di beberapa negara sudah ada supermarket tanpa kasir sehingga pembeli bisa langsung mengambil barang-barang yang dibutuhkan, memasukkan ke dalam tas, dan pergi tanpa harus antre di kasir, karena barang yang disediakan akan tersambung dengan ponsel dan e-money dimana kita cukup dengan mengunduhnya.; keempat Data of Things, di facebook jika kita seorang wanita tidak pernah mendapatkan iklan seputar barang-barang laki-laki, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut bukan karena ketidaksengajaan semata, melainkan karena data tentang dirimu sudah diketahui, sehingga iklan akan tahu apa yang kausukai dan tidak. Dengan masuknya kita di era industri 4.0 maka merupakan peluang besar bagi generasi muda dan milenial untuk segera mengisi bagian ini dan mengejar ketertinggalan negara tercinta ini yang masih banyak di era industri 2.5. Mari kita kenali passion-kita  dan tekuni sehingga kita bisa berdamai dengan distrupsi serta perubahan jaman

dengan perilaku dan pola pikir yang sesuai dengan era industri 4.0.
Kenapa pola pikir 2.5 karena kebanyakan dari kita masih belum "IT minded" yang dikarenakan : Infrastruktur teknologi informasi khususnya internet masih terbatas dan fokus di kota besar; dana atau biaya pulsa telpon masih banyak di sekitar 20 ribu s/d 50 ribu dengan penggunaan terbanyak masih di terima telepon atau sms; penggunaan aplikasi di handphone masih berkisar pada penggunaan internet yang gratis (free wifi) dan aplikasi umum seperti whatsapp, facebook, twitter, walaupun sebetulnya aplikasi yang ada lebih banyak; Handphone masih digunakan sebagai alat komunikasi, belum menjadi bagian untuk meningkatkan potensi diri atau memasarkan produk.